Setiap hari kita bernapas dengan menghirup oksigen yang jumlahnya tak terhingga. Sayangnya saat kita sehat, kadang kita jadi kurang bersyukur dan menganggap oksigen adalah hal biasa. Di dunia bisnis sendiri, oksigen adalah arus kas. Ketika laporan arus kas masih tersedia, kita akan merasa terlena. Namun saat sedang krisis/sakit, maka barulah kita menyadari pentingnya oksigen/arus kas.
Bisa dibilang, ketersediaan arus kas atau cashflow adalah nyawa yang sebenarnya bagi perusahaan. Yang pernah baca berita pasti tahu kalau startup seperti Gojek baru bisa mencetak laba di tahun 2024, padahal sebelumnya rugi terus. Mereka bisa bertahan karena aliran dana investor yang terus mengucur deras. Contoh itu menandakan seberapa pentingnya laporan arus kas.
Lebih Penting Arus Kas atau Laba?
Dalam mengukur kesuksesan, laba tentunya adalah indikator yang lebih baik dari omzet atau revenue. Namun dalam melihat kelangsungan bisnis, ketersediaan cashflow jauh lebih penting dari laba. Jika kas adalah oksigen, maka laba adalah makanannya.
Seperti yang kita tahu, manusia bernafas hampir di setiap detiknya. Di sisi lain, kita hanya makan setiap beberapa jam sekali. Bahkan tubuh manusia masih bisa bertahan berhari-hari tanpa makan dari cadangan lemak. Persis seperti perusahaan yang punya banyak aset dan piutang milyaran rupiah. Jika semua aset tersebut tidak likuid, maka perusahaan bisa bangkrut secara teknis saat akan membayar gaji atau utang yang jatuh tempo.
Meski demikian, profit tetaplah penting untuk dikejar. Laba sendiri diperlukan untuk membeli aset baru, mendanai litbang, ekspansi, membangun ekuitas, hingga memberikan bagi hasil pada investor. Yang perlu dicatat adalah profit bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut,
Dalam pencatatannya, laporan laba rugi dicatat tepat ketika transaksi terjadi, bukan saat uang berpindah tangan. Kalau kamu menandatangani kontrak senilai 1 milyar dalam termin 90 hari, maka pendapatan 1 milyar tersebut langsung dicatat saat itu juga. Sedangkan arus kas baru akan dicatat jika 1 milyar tersebut benar-benar sudah ditransfer ke rekening.
Baca Juga: Aplikasi Pencatat Keuangan Meminimalisir Kesalahan
Jenis Arus Kas
Laporan arus kas bukan hanya mutasi rekening acak. Dalam standar akuntansi, arus kas terbagi jadi tiga. Biasanya juga disebut sebagai ‘keran’ arus kas yang meliputi:
1. Operasional
Arus kas operasional adalah keran yang paling krusial, karena menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan uang dari bisnis intinya. Misal untuk perusahaan roti, maka keran operasionalnya berasal dari penjualan roti dikurangi biaya tepung, gaji, listrik, dll.
Jika arus kas operasionalnya positif, maka inti bisnismu bisa dikatakan sehat dan mandiri secara finansial. Namun kalau negatif, tandanya usahamu sedang bakar uang, atau memang ada subsidi dari pihak atau sumber pemasukan lain.
Misal laba bersih tinggi, tapi operasionalnya negatif, maka dipastikan ada yang tidak beres pada keuangan perusahaan. Ada beberapa indikasi negatif seperti profitnya terjebak dalam piutang macet, atau ada rekayasa akuntansi yang disengaja.
2. Investasi
Pada dasarnya, arus kas investasi berasal dari pembelian dan penjualan aset tetap serta instrumen investasi lainnya. Aktivitas seperti pembelian tanah, bangunan, mesin, peralatan, atau akuisisi perusahaan lain tergolong arus keluar. Sedangkan penjualan aset tetap bekas atau surat berharga termasuk arus masuk.
Jika lebih banyak arus keluar, maka cashflow investasi akan negatif. Umumnya hal ini dianggap pertanda baik untuk bisnis, karena menunjukkan optimisme manajemen dalam menginvestasikan uang untuk pertumbuhan bisnis. Sebaliknya, kalau kebanyakan menjual aset tetap (positif), maka tandanya perusahaan sedang tidak baik-baik saja. Ibaratnya seperti orang menjual pancing untuk membeli ikan.
3. Pendanaan
Nah, perusahaan juga bisa mendapatkan tambahan arus kas lewat skema pendanaan eksternal seperti lewat penerbitan saham, pinjaman bank, atau obligasi. Di sisi lain, perusahaan juga harus membayar dividen dari saham yang dijual. Begitupun pokok pinjaman yang harus dicicil setiap bulan ke bank.
Tips Mengelola Laporan Arus Kas Tetap Positif
Setelah membahas apa saja jenisnya, sekarang adalah mengupas apa saja langkah yang bisa dilakukan. Ada banyak sekali tips yang bisa dilakukan, tapi kali ini kami akan berfokus pada siklus konversi kas. Siklus ini mencakup hal-hal berikut:
1. Mempercepat Uang Masuk
Agar siklus perputaran uang tetap lancar, maka arus uang masuk juga harus dipercepat. Salah satu cara paling efektif adalah dengan memberikan diskon. Misal, pelanggan akan dapat diskon 2% jika membayar dalam 10 hari, tapi harus bayar harga penuh dalam 30 hari. Jika perusahaan sedang krisis likuiditas, maka diskon 2% untuk dapat kas 10 hari lebih cepat akan sangat menguntungkan.
Jika strategi diskon tidak berhasil, maka ada kamu bisa menggunakan jasa factoring atau anjak piutang. Mekanismenya adalah, kamu menjual invoice yang belum dibayar pelanggan ke lembaga penyedia piutang. Lalu, pihak factor akan mencairkan sekitar 80-90% dari nilai tagihan. Namun, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan biaya factoring yang dibebankan.
2. Memperlambat Uang Keluar
Dengan mempercepat arus masuk, secara otomatis kita juga harus memperlambat uang keluar. Salah satu caranya adalah lewat negosiasi dengan supplier agar mau memperpanjang tempo pembayaran. Sebagai insentif, kamu bisa menawarkan pembelian dalam jumlah yang lebih besar atau kontrak jangka panjang.
Jika kurang memungkinkan, kamu bisa mencari supplier yang menyediakan opsi pembayaran lewat kartu kredit. Dengan begitu, supplier bisa terima uang di muka, dan kreditmu baru jatuh tempo dalam 30 hari ke depan. Namun, jangan sekali-kali menggunakan pinjaman ilegal dari lintah darat baik yang offline atau online, karena bunganya akan sangat mencekik.
3. Jual Stok Mati
Tidak semua produk akan menguntungkan dalam bisnis. Bahkan, sering kali 20% dari produk yang dijual justru menghasilkan mayoritas keuntungan dibanding 80% sisanya. Dari pada stok mati tersebut menumpuk di gudang dan menghabiskan biaya perawatan, maka akan lebih baik dijual saja walau merugi.
Jangan berharap suatu saat stok tersebut bisa laku di kemudian hari, karena nilai barangnya pasti juga terdepresiasi setiap hari. Kamu bisa menjualnya dengan diskon besar, atau membuat paket bundling berisi (beli barang baru, gratis barang lama). Selain itu, kamu juga bisa mengadakan giveaway yang bagus untuk marketing.
Jika tidak, kamu bisa melelangnya di balai lelang atau platform re-commerce untuk mencairkan aset mati secara massal. Kas tunai 5 juta dari barang senilai 20 juta jauh lebih baik dari barang bernilai 0 rupiah di gudang.
4. Hindari Jebakan Piutang
Di industri B2B atau konstruksi, perusahaan sering memberikan termin yang panjang pada pelanggan. Padahal seluruh biaya operasional (material, buruh, sewa alat) harus dibayar rutin selama proyek berjalan. Terlebih lagi, proses pembayaran berbasis termin kadang memerlukan proses birokratis yang ribet.
Secara hukum, uang muka (DP) yang boleh dipatok perusahaan hanya sekitar 20-30% dari total nilai kontrak. Jadi, kamu harus punya kemampuan finansial luar biasa untuk menutup sisa 70-80% biaya produksinya.
Baca Juga: Aplikasi Pembukuan Online : Solusi Cerdas untuk Bisnis Anda
5. Gunakan Aplikasi Pembukuan Modern
Di era digital ini, banyak sekali aplikasi pembukuan terintegrasi yang dapat memantau kesehatan arus kas bisnismu secara real-time. Nah, salah satu aplikasi pembukuan yang dijamin aman, cepat, dan murah adalah PaYou!
Aplikasi pembukuan PaYou bisa mencatat seluruh kas masuk dan keluar secara langsung tanpa harus menunggu periode tertentu. Bukan hanya itu, PaYou juga akan mencatat semua utang-piutang secara otomatis, jadi bukan hanya omzet semata.
Yang tidak kalah penting, PaYou memiliki fitur pengingat yang akan selalu membuatmu aware pada semua tagihan yang ada. Jadi, bisa dipastikan uang akan masuk tepat waktu agar arus kas tidak macet. Mau arus kas lancar terus? Pakai aplikasi dari PaYou!
Kesimpulan
Demikian pembahasan seputar laporan arus kas. Jadi, yang harus diperhatikan dalam bisnis bukan hanya omzet dan profit saja, tapi juga cashflow. Arus kas yang positif adalah indikator terbaik untuk mengukur kesehatan dan keberlangsungan usahamu.